Rabu, 22 Mei 2013

The story of The frog and The crocodile

Once, there was a frog who lived in the middle of a swamp. His entire family had lived in that swamp for generations, but this particular frog decided that he had had quite enough wetness to last him a lifetime. He decided that he was going to find a dry place to live instead.
The only thing that separated him from dry land was a swampy, muddy, swiftly flowing river. But the river was home to all sorts of slippery, slittering snakes that loved nothing better than a good, plump frog for dinner, so Frog didn't dare try to swim across.
So for many days, the frog stayed put, hopping along the bank, trying to think of a way to get across.
The snakes hissed and jeered at him, daring him to come closer, but he refused. Occasionally they would slither closer, jaws open to attack, but the frog always leaped out of the way. But no matter how far upstream he searched or how far downstream, the frog wasn't able to find a way across the water.
He had felt certain that there would be a bridge, or a place where the banks came together, yet all he found was more reeds and water. After a while, even the snakes stopped teasing him and went off in search of easier prey.
The frog sighed in frustration and sat to sulk in the rushes. Suddenly, he spotted two big eyes staring at him from the water. The giant log-shaped animal opened its mouth and asked him, "What are you doing, Frog? Surely there are enough flies right there for a meal."
The frog croaked in surprise and leaped away from the crocodile. That creature could swallow him whole in a moment without thinking about it! Once he was a satisfied that he was a safe distance away, he answered. "I'm tired of living in swampy waters, and I want to travel to the other side of the river. But if I swim across, the snakes will eat me."
The crocodile harrumphed in agreement and sat, thinking, for a while. "Well, if you're afraid of the snakes, I could give you a ride across," he suggested.
"Oh no, I don't think so," Frog answered quickly. "You'd eat me on the way over, or go underwater so the snakes could get me!"
"Now why would I let the snakes get you? I think they're a terrible nuisance with all their hissing and slithering! The river would be much better off without them altogether! Anyway, if you're so worried that I might eat you, you can ride on my tail."
The frog considered his offer. He did want to get to dry ground very badly, and there didn't seem to be any other way across the river. He looked at the crocodile from his short, squat buggy eyes and wondered about the crocodile's motives. But if he rode on the tail, the croc couldn't eat him anyway. And he was right about the snakes--no self-respecting crocodile would give a meal to the snakes.
"Okay, it sounds like a good plan to me. Turn around so I can hop on your tail."
The crocodile flopped his tail into the marshy mud and let the frog climb on, then he waddled out to the river. But he couldn't stick his tail into the water as a rudder because the frog was on it -- and if he put his tail in the water, the snakes would eat the frog. They clumsily floated downstream for a ways, until the crocodile said, "Hop onto my back so I can steer straight with my tail." The frog moved, and the journey smoothed out.
From where he was sitting, the frog couldn't see much except the back of Crocodile's head. "Why don't you hop up on my head so you can see everything around us?" Crocodile invited.
"But I don't want to see anything else," the frog answered, suddenly feeling nervous.
"Oh, come now. It's a beautiful view! Surely you don't think that I'm going to eat you after we're halfway across. My home is in the marsh-- what would be the point of swimming across the river full of snakes if I didn't leave you on the other bank?"
Frog was curious about what the river looked like, so he climbed on top of Crocodile's head. The river looked almost pretty from this view. He watched dragonflies darting over the water and smiled in anticipation as he saw firm ground beyond the cattails. When the crocodile got close enough, the frog would leap off his head towards freedom. He wouldn't give the croc a chance to eat him.
"My nose tickles," the crocodile complained suddenly, breaking into the frog's train of thought. "I think there might be a fly buzzing around it somewhere, or a piece of cattail fluff swept into it while I was taking you across the river."
"I don't see a fly," the frog said, peering at the crocodile's green snout. It seemed odd that anything could tickle a crocodile through it's thick skin.
"Would you go check my nose for a piece of cattail fluff, then?" the crocodile begged, twitching his nose. "I'm afraid I'll sneeze and send you flying. I don't want to feed you to the snakes." A tear seeped out of his eye, as if he was holding back a mighty sneeze.
The bank isn't too far, the frog thought. And it's the least he could do to repay him for bringing him over. So he hopped onto the crocodile's snout and checked the nostrils. Just a little closer, and he could jump... "I don't see--" he began.
Just then, with a terrific CHOMP! the frog disappeared. The crocodile licked his lips in satisfaction and gave a tiny half-sneeze. "Good, I feel much better already," he smiled, and turned around to go back home.

http://www.berryhs.com/2012/04/cerita-bahasa-inggris-singkat-lengkap.html

Rabu, 15 Mei 2013

softskill 3


SITI QOMARIAH 
26210612
3EB04

6. We have three sections in this toefl test. We have passed the first sections. ....... will be continued after lunch.
The answer is = Others. 

1. There are twenty students in this class. Ten are listening to the lecturer. ...... are reading the book. ...... are making notes. ..... are talking.
The answer is = Other, other, The other.

2. We looked at five cars today. The first two were far too expensive, but ........ were reasonably priced.
The answer is = The other ones.

Rabu, 01 Mei 2013

salahkah

Salahkah bila aku senang melihat orang yang menjahatiku sedang sedih dan merana? sepertinya itu manusiawi . Tapi disisi lain aku tidak ingin berlaku jahat juga seperti nya . Bukankan bahagia diatas pedih orang lain itu namanya jahat? Maafkan aku Tuhan jika aku kadang juga khilaf jadi orang yang jahat :'( Kadang aku juga merasa takdir ini begitu jahat . Ketika aku sudah bisa membangun diriku menjadi baik-baik lagi, kenangan buruk yang lalu kembali menyapa . Kenapa? aku ingin tau apa maunya? Bahkan orang yang membuat kenangan itu saja mungkin sudah lupa dia pernah bersikap begitu jahat terhadapku . Tapi kenapa aku masih saja di dera trauma itu? Salahkah aku jika kadang aku kerap berdo'a agar engkau membalaskan semuanya, membalas perlakuan buruknya terhadapaku, agar dia juga merasakan apa yang aku rasakan . Aku hanya manusia biasa, mungkin kata maaf bisa mudah di untai tapi ikhlasnya belum tentu . Pedih :'( Semua itu terlalu pedih untuk di ingat, tapi juga sulit untuk enyah dari fikiran . Karna selama aku masih bisa mengingat, aku pasti akan mengingatnya . Bagaimana kebaikan-kebaikannya yang dulu? apa sudah tertutup oleh keburukannya? aku selalu ingat kebaikanmu, ajaran postif mu yang sampai sekarangpun masih aku terapkan, tapi maaf.... itu semua tidak cukup untuk menghapus luka yang terlanjur kau toreh . Kadang aku juga masih sering bertanya-tanya, apakah ketika mengingatmu, kamu juga sedang mengingatku disana ? biar bagaimanapun dulu kau bilang aku yang paling bermakna mengisi hari-harimu . Bahkan ketika aku sudah disakiti sebegininya, aku masih mempunyai keyakinan bahwa kamu tidak akan pernah bisa melupakan semua tentangku . Aku juga pernah punya salah terhadapmu, tapi keegoisan ku selalu berseru bahwa kesalahanku tidak ada apaapanya dengan perlakuanmu terhadapku . Tapi salah tetaplah salah, apapun bentuknya ketika kita berbuat salah maaf itu tetap perlu . Jadi maafkan kesalahanku yang lalu juga ya :') Wahai yang pernah aku kagumi, apa suatu hari akan ada wanita yang begitu mencintaimu seperti aku mencintaimu dulu? memperlakukan mu seperti aku memperlakukanmu ? karna kamu yang paling tau bahwa dulu aku begitu sungguh-sungguh melakukannya . Wahai yang pernah merajai hatiku, banyak yang bilang bahwa suatu saat kamu akan menyesali semua, dan ketika itu terjadi aku telah mendapatkan kebahagianku yang sebenar-benarnya . Kelak jika itu terjadi, tabahkanlah hatimu, berserahlah pada Tuhan dan meminta ampu padanya atas apa yang telah kamu lakukan . Aku yakin tuhan maha pemaaf, tidak sepertiku :')

Rabu, 24 April 2013

25

Besok seharusnya 10 bulan kita sama-sama, duapuluhlimaapril :") Tapi aku sungguh berharap tidak bertemu denganmu, tidak sama sekali . Aku merasa aku yang sekarang adalah aku yang sudah bisa sedikit demi sedikit berdamai dengan keadaan, walaupun belum bisa berdamai dengan perasaanku sendiri terhadapmu, makanya aku masih enggan untuk berpapasan . Aku takut hancur lagi, aku takut nelangsa lagi, karna membangun aku yang sekarang aku harus memulainya dari merangkak, menyulam airmata demi airmata untuk dapat seuntai tawa yang aku rindukan dari gelak ku . Demi tuhan jangan hancurkan lagi hati ini, karna aku saja sudah tidak tau bagaimana bentuknya ia sekarang . Jikalau kamu memang sedang bahagia disana, selamat berbahagialah, tapi aku mohon jangan tunjukkan apapun di depanku . Karna aku disini juga sedang memperjuangkan kebahagiaanku, meski bukan denganmu . Aku belum bisa melepas mu di mimpiku, setiap malam kamu masih kerap hadir menyapa . Tapi sekarang nafsu makan yang dua bulan hilang kini kembali, aku merasa badan ku menjadi lebih berat (lagi) huuuffft . Semoga nafsu makan mu juga sudah seperti sedia kala yaaaa :") Aku juga sudah bisa mengontrol diriku, dan aku berharap waktu demi waktu cepat berlalu, karna aku mulai menyukai ketika hari bergulir begitu cepat dan jauh, artinya aku sudah bisa berdiri lebih lama tanpa kamu . Wahai yang masih sering aku rindukan, jangan pernah lupakan tanggal ini, karna akupun tidak akan semudah itu melewatkannya . Do'akan aku juga disini ya, do'akan kebahagiaan dan kesuksesan ku untuk menjadi lebih baik dan mendapatkan penggantimu yang jauh lebih baik . Wahai yang masih sering hadir dimimpiku, semoga kelak kita bertemu nanti kamu bisa melihatku tersenyum memandangmu, tersenyum karna aku sudah melihatmu sebagai sosok teman lama yang kurindukan. Bahwa hatiku sudah tidak lagi berdegup kencang, bawa tidak akan ada lagi air mata jikalau nanti aku melihatmu dengan yang lain, dan aku berharap kamu juga begituuuuu ;) Bila ada yang bertanya bagaimana keadaanku sekarang, dengan bangga aku akan berucap "jauh lebih baik dari sebelum nya :)"

Sabtu, 20 April 2013

Maaf-

Hari ini aku belajar untuk memang seharusnya belum waktunya membuka hati untuk cinta yang lain . Tuhan menunjukkan lebih awal, bahwa move on itu gak selamanya harus dengan bersama orang lain . Move on adalah dimana kamu bukan harus melupakan orang, atau kenangan-kenangan bersamanya, melainkan merubah perasaanmu terhadapnya seperti sebelum kamu mengenalnya . Ya, menjadi baik-baik lagi tanpanya, walaupun kamu tahu bahwa hidupmu tidak bisa sama lagi setelah dia pergi, tapi bukan berarti menjadikan mu tidak baik-baik saja . Mungkin dengan sadar aku ingin menghapus semua tentangmu, yang berhubungan denganmu, ya bisa di akui caraku kurang tepat tp bukan berarti salah juga kan ? aku hanya ingin membiasakan hidupku tanpamu lagi, membiasakan bahwa hidupku bisa baik-baik lagi seperti sebelum saat aku mengenalmu . Mulut bisa berbohong, tapi hati siapa yang tau . Sampai kapanpun aku berusaha menghilangkan sosok mu di fikiran dan hatiku tetap takkan mungkin bisa, dia akan terkenang seperti kenangan-kenangan yang pernah kita lalui sama-sama . Kenangan di ciptakan memang untuk dikenang kan ? Namanya saja sudah kenangan . Tapi bukan berarti dia bisa menghambat jalanmu untuk terus melangkah maju ke depan bukan ? Mungkin ini hanya semacam kalimat-kalimat di sisi ruang munafik ku tapi tidak ada salahnya bukan aku terus berusaha itu untuk jadi nyata ? Wahai yang pernah aku sayang dan mungkin masih aku sayang.... Maaf jika hanya berkali-kali berjanji untuk pergi tapi nyatanya aku masih terus mencari celah untuk bertemu, maafkan hati dan diri ini yang masih sering goyah untuk bisa mencuri nyaman di pelukmu, mungkin perpisahan sebenarnya adalah yang tanpa kata "selamat tinggal"? Mungkin pergi yang sebenarnya adalah yang tanpa peluk dan tangis? mungkin kehilangan abadi kita memang yang seharusnya tanpa di iringi dengan kesan apapun, hilang begitu saja sepertinya lebih baik . Dimana hanya tuhan yang tau kapan dan dimana kita bertemu lagi, tanpa kita harus berucap "sampai bertemu di lain waktu yang entah kapan ya" biarkan saja itu semua mengalir, menjadikan takdir tuhan bekerja sesuai aturannya . Tapi aku berharap aku yang sekarang adalah aku yang berusaha untuk benar-benar pergi . Benar-benar komit dengan apa yang sudah menjadi keputusan kita masing-masing . Wahai kamu yang pernah ada di hatiku dan mungkin masih ada di hatiku.... maafkanlah aku yang munafik ini, aku yang ingin menghapus semuanya tetapi padahal punya keinginan yang bertolak belakang . Tapi Demi semesta dan seisinya, aku memang benar-benar ingin baik-baik saja lagi, aku ingin normal lagi dan ingin punya zona nyaman ku lagi, bersama atau tidak bersamamu . Demi Tuhan Aku rindu diriku yang duluuuuuu :"""(


Selasa, 16 April 2013

TOEFL 2

Name : Siti Qomariah
Class : 3EB04
NPM : 26210612

Question 1 :
6. Eddy wants to eat sandwich. Joe wants to eat sandwich

Answer :
Not only Eddy but also Joe wants to eat sandwich

Question 2 :
1. My brother is listening to music. My sister is listening to music

Answer :
Both my brother and my sister are listening to music

Question 3 :
2. We could sell, or we could buy a car

Answer :
We either could sell or buy a car

Minggu, 14 April 2013

unforgettable


Kita tahu rasanya sakit itu seperti apa, kita sama-sama tau memendam rindu itu rasanya bagaimana, kita sama-sama tau bahwa kita masih berharap satu sama lain, tapi kita jg tau bahwa yang kontra begitu banyak, kita tahu sudah banyak raut kecewa yang kita ciptakan, banyak tangis yang mengiringi kebersamaan kita, bahagia itu gak bisa diulang dua kali, luka yang kemarin cukup menohok, malu ini sudah tak terbendung, yang tersisa hanya tinggal komit dgn keputusan yg sudah diambil, mungkin km kecewa, sama kecewanya aku ketika kamu jg tetep kekeuh dgn keputusanmu, jd aku pun jg punya keputusan dan aku berharap kamu mengerti . Yang kamu bilang akulah yang paling dalam mengisi hidupmu, walau bukan yang paling lama menemanimu, itu juga terjadi kepadaku, apalagi dengan mu menjadi serba pertama kali, betapa bermaknanya bukan ? aku tahu mereka gak merasakan jadi kita, jadi buat apa begitu memikirkan persepsinya? tapi mereka jg menangis ketika aku menangis, mereka perduli, makanya mereka berbicara . Kita sama-sama tahu kita bisa dapat yang jauh lebih baik walau yang aku rasa kamu yang terbaik . Semua rasa sudah habis ku telan . Wahai kamu yang pernah dan mungkin masih aku cintai, disini pun aku merasakan rindu yang sama, disini akupun masih punya harapan yang sama, berat sayaaaaaang..... amat sangat beraaaaat.... harus melihatmu dengan wanita lain nantinya, melihatmu melakukan apa yang biasa kamu lakukan denganku bersamanya.... atau akupun yang juga masih berat melakukan apa yang biasa kita lakukan namun sekarang harus aku lakukan dgn orang lain . Sayang, banyak yang bilang selalu ada pelangi saat hujan reda... benarkah selalu? Rasanya aku ingin berlari hingga jauh, meninggalkan semua yang mengingatkan ku padamu, tp kenangan itu terekam di memoriku, kemanapun aku pergi pasti terbawa ikut, jadi aku harus bagaimana :’(